Saat saya bertanya kepada teman saya ke bengkel mana dia mempercayakan servis motor yamaha miliknya, teman saya itu menyarankan bengkel Sentra Anugrah Motor di Jl. Dipati Ukur, depan STHB. Alasannya seserhana saja, "Pelayanannya lebih baik daripada Tri Duta Suci." Saat itu, saya masih berdomisili di Jl. Puyuh, sehingga bisa melakukan servis berkala I dan II motor saya di Sentra Anugrah.
Pelayanan di Sentra Anugrah memang memuaskan. Ketika saya datang, yang menjaga konter bengkel langsung mencatat motor saya dan menanyakan keluhan yang saya alami dengan motor ini. STNK diberikan kembali kepada saya sebagai bukti pengambilan motor setelah selesai diservis.
Sekarang saya sudah pindah rumah ke daerah Cibaduyut. Kemarin saya hendak menservis di bengkel resmi Yamaha, tetapi bengkel di Taman Kopo Indah ternyata ikut libur. Pagi ini sambil berangkat kerja, saya memutuskan untuk meninggalkan motor di bengkel untuk diservis, sehingga siang hari bisa langsung diambil. Saya memutuskan mencoba servis di Tri Duta Suci karena lokasinya yang dekat dengan kantor.
Pagi hari tadi saya datang ke Tri Duta Suci. Di konter bengkel, saya disambut oleh mbak penjaga konter. Saya menyerahkan buku servis, kunci dan STNK. Si mbak menyuruh saya menunggu. Saya bilang padanya bahwa motor akan saya tinggal disini saja, nanti siang diambil. Si mbak bertanya, "mau diambil jam berapa?" "Jam 12 siang," kata saya. Tidak ada pertanyaan tentang keluhan yang saya alami dengan motor, maupun pencatatan. Saya meminta STNK yang saya serahkan bersama kunci, tetapi kata si mbak, semua ditinggalkan disana saja. Dalam hati saya berpikir, mudah banget ya nanti kalo mau ngambil motor milik orang lain,
Siang harinya setelah sholat dzuhur saya langsung ke Tri Duta Suci untuk mengambil motor. Saya berencana makan siang nanti setelah mengambil motor. Sesampainya di bengkel, saya kembali menjumpai mbak penjaga konter yang sama. Saya katakan ingin mengambil motor. Oleh si mbak, saya diminta menunggu karena kasirnya sedang keluar makan siang. "Duh, kenapa ga bilang tadi pagi kalo jam 12 pada istirahat," kata saya dalam hati.
Sayapun menunggu dengan sabar dan tak terasa 45 menit telah berlalu. Perut saya sudah protes dengan hebatnya. Si mbak penjaga itu kayaknya berusaha mencari keberadaan si kasir 'penting' itu. "Kayaknya kasirnya kekenyangan," begitu guraunya kepada saya. "Lucu banget mbak, pengen ketawa perut saya ini," kembali saya berujar dalam hati.
Sayapun menghampiri si mbak sambil bertanya, "Memangnya kasirnya cuma satu ya mbak?" "Iya, sekarang manajemennya digabung dengan showroom. Jadi menyulitkan konsumen sih. Saya sudah berkali-kali bilang agar kalau keluar jangan sampai lewat jam 1. " begitu jawaban si mbak. Si mbak pun memberikan kuitansi (2 lembar) dan KSG III dari buku servis kepada saya, dan menyarankan saya agar menunggu di showroom saja.
Di showroom, ada 2 orang mbak penjaga. Seorang dari mereka bertanya keperluan saya, dan saya jawab hendak bayar servis bengkel. Si mbak menerima kuitansi dan ksg dari saya. Ketika saya memberi uang Rp 50rb, si mbak minta uang pas saja, karena kasirnya lagi keluar. Saya pun bertanya padanya, "kasirnya hanya satu orang ya mbak?" "Iya, mas mau melamar jadi kasir disini?" begitu jawaban si mbak itu. Saya jawab saja, "nggak sih, cuman kalo ada yang sampai masukin ke
Saya kembali ke si mbak penjaga konter bengkel. Dia malah heran ketika saya sodorkan kembali kuitansi putih dan KSG. "Kok dikembalikan ke saya, " tanyanya kepada saya. "Di
Duh, coba kalo yang ambil motor ini bukan saya, apa Tri Duta Suci mau bertanggung jawab? Setidaknya kasi pertanyaan kek, atau coba tiru Sentra Anugrah yang menggunakan STNK sebagai bukti ketika hendak mengambil motor kembali.
Ini merupakan pengalaman saya yang pertama dan terakhir di Tri Duta Suci. Kepada manajemen Tri Duta, mohon lebih selektif dalam menerima dan membina pegawai-pegawai Anda. Kalau bengkel Anda sampai sepi dan bangkrut, kasihan para pekerja Anda yang lain yang telah bekerja dengan baik, tapi harus ikut menderita akibat ulah satu orang yang tidak becus bekerja.
11/09/2008
Tri Duta Suci memang mengecewakan
gak penting
gubrak..
*hp temen gue yg lagi dikonek-in ke pc jatuh*
gue: yah rusak deh tuh kabel datanya..
dia: yee hpnya kaliii yg rusak *sambil elus2 hp*
hehehe
wierd as fuck..
kadang otak memainkan perasaan
kadang perasaan memainkan otak
dan bahkan perasaan memainkan seluruh kinerja tubuh
gadis yg hampir itu sepertinya sedang dekat dgn seorang pria
yang bahkan beda agama,
dan gue bilang mendingan gak usah
dan gadis itu bahkan sempat berucap utk keluar negri
entah itu benar atau hanya sandiwara?
but, somehow i felt like i'm left behind
the same feeling when u accidently heard that ur ex is moving on
and you want to grab on again
back on the track or back on the same frequency with him/her
just to know what's happening
wierd as fuck
11/07/2008
Kontes Putri-putrian: Murni Hiburan
Ribuan orang dan puluhan ormas menentang diselenggarakannya kontes putri-putrian. Banyak orang pula yang mendukung diadakannya acara tersebut. Diantara yang jelas menyatakan dukungannya: sponsor, jaringan televisi, dan masyarakat yang suka hiburan. Yang menentang: orang-orang peduli akhlak, kaum agamawi, dan organisasi keagamaan.
``Oke, saya ngerti Anda ingin ditanya. Bagaimana dengan Anda? Mendukung? Tidak?''
Kalau saya setengah-setengah. Dukungan dan tolakan saya tergantung dilihat dari segi apa. Jika kita perhatikan bahwa acara tersebut memberikan hiburan yang sangat spektakuler, saya dukung habis-habisan. Apakah ada cowok normal yang tidak suka melihat puluhan perempuan cantik, muda, dan seksi berjalan mondar-mandir dengan senyuman tersungging di bibir. Kagak nolak, dah, Gua.
``Segi yang lain?''
Perhatikan tujuan dari acara tersebut. Mereka mencari _duta_ budaya. Sayang, sebagian orang menganggap putri-putrian yang terpilih sebagai _idola_. Betul?
``Euh, apa iya? Engga tahu, ah.''
Nah. Jika pihak penyelenggara tidak menyatakan dan menjelaskan (sejelas-jelasnya) bahwa acara ini diadakan untuk mencari `duta pariwisata dan budaya', saya tolak. Karena akan menimbulkan apa yang disebut dengan `salah tafsir' di dalam masyarakat. Mereka tak perlu menjadikan juara kontes ini sebagai idola, bahkan mereka harus sadar bahwa sang juara hanyalah seorang SPG (Sales Promotion Girl).
``SPG? Serius, dong!''
Dua rius, malah. Tugas dari Sang Putri-putrian,
Jadi, buat gue, acara ini jelas murni hiburan. Kita, para cowok, kalau pergi ke pameran produk, tujuannya pasti ngeliatin para SPG. Sekalian cari produk yang pas dengan kantong, tentunya. Dengan SPG cantik, atau menarik, atau seksi, pameran jadi ramai pengunjung,
Bingung Bahasa
OK, aku bukan ahli bahasa. Bahkan bukan `alih' bahasa. Tapi ada hal2 yang begitu terasa mudah disimpulkan, ternyata banyak orang yang salah dalam menggunakannya.
``Kalimat yang aneh.''
Jangan dipikirkan. Terutama, jangan menyinggung soal ketakmampuanku dalam menyusun struktur bahasa yang benar. Yang mana subjek, yang mana predikat? Pertanyaan itu yang pernah membuatku ingin bunuh diri.
Akhir-akhir ini aku sering nonton TV, maklum, pengangguran. Siaran yang paling sering kutonton adalah Metro TV. Andai tak ada Najwa Shihab, Rahma Sarita, Frida Lidwina, dan Gadiza Fauzi, sepertinya aku harus tak suka Metro. Kata `paska' dan kata-berimbuhan-di sering tampak (bukan `terlihat') pada subtitle maupun News Ticker.
Paska. Bukankah seharusnya `pasca'? Kata itu diserap bukan dari bahasa Inggris tapi Sansekerta (CMIIW). Dan `c' dalam bahasa Sanskrit tidak dibaca `k'. Jadi apa alasannya `pasca' menjadi `paska'? OK, lah, dulu orang sering salah baca tapi tidak salah tulis. Sekarang? Salah baca dan salah tulis. Engga tahu, deh, harusnya gimana. Mungkin para ahli bahasa harus segera menertibkan hal ini. Sebelum kesalahan ini terlanjur membudaya.
`Di' dalam kata dipakai, dibunuh, diserang, dimengerti, dll, adalah imbuhan. Biasanya dipakai dalam kalimat pasif. Misalnya, ``Roti dimakan oleh Dudi.'' Penulisannya imbuhan dengan kata yang diberi imbuhan haruslah disatukan. Jika dipisah, artinya `di' adalah sebuah kata (bukan imbuhan) yang menyatakan letak (tempat). Tapi yang sering tampak di televisi adalah: `di makan', `di serang', `dikedalaman', dan banyak kesalahan lain.
``Sudahlah, itu,
Kau benar. Kita hanya praktisi bahasa, bukan pakar.
Modus baru perampokan mobil
Modus perampokan di jalan dgn menggunakan telur.
Ini adalah kejadian buruk yg di alami teman kita (siapa sih? gw gak kenal. namanya aja engga ada), perampok melemparkan beberapa butir telur ke kaca dpn mobil korban, bertujuan si pengemudi memperlambat kendaraan dan mengaktifkan wiper kaca mobil, harapan pengemudi dgn mengaktifkan wiper agar pecahan telur dapat dibersihkan. Akan tetapi daya lengket telur yg pecah di kaca malah menjadi rata dan menghalangi pandangan si pengemudi. Ini adalah harapan perampok agar pengemudi segera menghentikan mobilnya dan perampoksiap beraksi merampas dan mengancam utk menghilangkan nyawa.
Disarankan.. kurangi kecepatan, jgn hidupkan wiper, usahakan pandangan ke jalan dgn memanfaatkan celah2 dari pecahan telur tsb, lalu berhentilah ditempat yg aman.
Dan sebarkan info ini ke sdr, shb, dll agar terhindar dr kej.buruk ini.
===
Kalo kata gue:
1. Gw gak puya mobil, jadi gak terlalu kuatir.
2. Berhati2 memang wajib. Jangan sok jagoan, asal ada msalah dikit keluar dari mobil dengan napsu. Mending berhati2 aja.
Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa
Barusan banget dapat email dari teman semasa SD dan SMA. Isinya pengumuman ttg buku yang ditulis oleh beliau dan baru saja diterbitkan. Mudah2 dapet free-copy :D.
From: Indra Kusumah
Subject: BUKU RISALAH PERGERAKAN MAHASISWA
Assalamu ‘alaikum Wr Wb
Alhamdulillah buku Saya berjudul “Risalah Pergerakan Mahasiswa” sudah terbit. Kata Pengantar dari Dr H M Hidayat Nur Wahid, MA. Penerbitnya INDYDEC Press.
Berikut ini adalah komentar tentang buku tersebut:
“Dengan bahasa yang mudah dicerna, Indra mengupas pergerakan mahasiswa secara komprehensif: mulai dari sejarah, nilai-nilai/etika yang harus dianut sampai ke hal-hal praktis seperti musyawarah dan manajemen aksi (baca: demonstrasi). Sebuah buku yang wajib dibaca oleh para mahasiswa yang ingin jadi aktifis pergerakan!”
Prof. Dr. Ganjar Kurnia, Ir., DEA., Rektor Universitas Padjadjaran
“Sang penulis tahu betul apa yang ditulisnya. Sesungguhnya ia hanya menuliskan apa yang telah dilakukannya. Karenanya amat detail dan penuh semangat. Tapi disinilah kelebihan buku ini; mudah dicerna dan diimplementasikan. Dan yang terpenting mampu menularkan gelora perjuangan gerakan mahasiswa dari generasi ke generasi, dari kampus ke kampus, bahkan dari negara ke negara.Buku ini juga melepas dahaga dari kemarau panjang gerakan mahasiswa. Dunia kampus kini terasa kian pragmatis, materialistik, bahkan hedonistik. Kampus kian gersang dari igauan idealistik. Penulis seperti tengah mengumpulkan serpihan yang tersisa. Ia ingin membangunnya kembali, sebelum semua akar-akar pergerakan dan jiwa juang akhirnya meranggas dan tercerabut dari jati diri mahasiswa. Semoga apa yang diupayakan menjadi momentum kebangkitan. Terus berjuang!!!”
Mustafa Kamal, S.S., Anggota DPR-RI 2004-2009
“Inilah buku yang telah lama dinanti. Kehadirannya diharapkan mampu mengalirkan atmosfir baru pergerakan, dimana pergerakan pemuda akan senantiasa hidup dan menjadi oase semangat dalam rangka rekonstruksi peradaban umat manusia. Keterpaduan gerakan pemuda dan mahasiswa akan menjadi garda terdepan arus perubahan menuju perbaikan. Saatnya mengembalikan kepahlawanan pemuda kita. Ar rajulu ibnu bi’atihi!!!”
Tri Wahyu Yunianto, Presiden BEM STT Telkom 2005-2006, Direktur Kajian & Advokasi INDYDEC.
“Buku yang ditulis oleh Indra Kusumah ini menginspirasi sebuah fase gerakan mahasiswa dengan keunikan yang khas dan pendekatan berbeda dari fase gerakan sebelumnya. Keunikan khas dari buku ini adalah keberanian penulis meramu tiga pilar gerakan mahasiswa: agama, idealisme dan responsif terhadap isu-isu aktual kemasyarakatan. Sedangkan pendekatan yang berbeda dari fase gerakan sebelumnya terletak pada pola gerakan yang tertib, terkendali, dan memiliki visi yang responsif, tidak radikal namun tetap militan. Buku ini disajikan dengan tutur dan bahasa yang mengalir, sangat baik dijadikan referensi bagi para mahasiswa dan aktifis post 98 yang memiliki tantangan gerakan yang lebih kompleks.”
Muradi, Mantan Kordinator Forum Mahasiswa Bandung tahun 1998, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran.
“Menjadi bagian dari sebuah pergerakan benar-benar telah terasa oleh penulis. Tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan pergerakan pemuda telah mendorong penulis membuat buku ini. Buku yang bisa menjadi referensi bagi pemuda/kaum pergerakan untuk membangun peradaban yang lebih baik. Semoga buku ini bisa menjadi stimulus bagi lahirnya peradaban madani. Hidup mahasiswa!”
Rizal Tanzil Rahman, Presiden BEM STT Tekstil 2005-2006.
“Buku ini bagus sebagai pengetahuan para aktifis mahasiswa yang hari ini dituntut secara ilmiah dan objektif, dengan didukung basis rasionalitas dan data-data yang kuat.”
Prof. Dr. TB Zulrizka Iskandar, S.Psi., M.Sc., Pakar Psikologi Sosial.
“Cerdas dan lugas! Kepada mereka yang ingin menjadi penyelamat masyarakat sejati, bacalah buku ini!”
Johan Khan, Aktifis Pergerakan Mahasiswa BEM Se-Bandung Raya.
Bagi yang berminat, bisa memesan ke Saudara Rizal Tanzil, SST (Sekjen INDYDEC) dengan nomor kontak 081573086106.Apabila ada yang berminat sharing atau bedah buku yang terkait penulisnya, bisa langsung menghubungi Saya. Informasi tentang buku ini bisa diforward ke jaringan sahabat-sahabat yang memiliki perhatian dengan gerakan mahasiswa.Atas perhatian sahabat semua, Saya ucapkan terima kasih.
Gak bisa antri, atau gak mau?
Gedung tempat saya bekerja saat ini dipenuhi oleh perusahaan2 yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Di dekat tempat parkiran ada fasilitas kamar mandi yang selalu dimanfaatkan oleh para karyawan yang bertugas pada malam sebelumnya, yang lembur, dan lain-lain. Pastilah jumlah kamar mandi ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah orang yang menggunakannya. Bisa ditebak, para pengguna harus antri jika ingin menggunakan kamar mandi di jam2 sibuk. Sibuk untuk mandi tentunya.
Perkiraan saya tentang para penghuni kantor2 yang berbau Teknologi Informasi, terutama karena saya sering melihat orang asing berkeliaran di gedung ini, tentu bahwa mereka sudah cukup beradab dan tahu mana yang harus didahulukan. Saya pribadi telah mempraktekkan itu. Kenyataan rupanya berkata lain.
Barusan saya turun untuk menggunakan kamar mandi. 2 kamar mandi yang tersedia sedang penuh, dan ada seorang calon pengguna yang sedang antri. Sayapun duduk di kursi yang kebetulan sedikit jauh dari kamar mandi yang diincar, dengan maksud mengantri tentunya. Beberapa saat berikutnya, seorang berpakaian lusuh (kaos oblong, pake topi, pake sendal kayak yg mau ke mesjid, gaya orang kampung lah) datang, juga untuk mengunakan kamar mandi, dan terkesan mengantri juga tapi berdiri agak lebih dekat ke kamar mandi yang diincar.
Setelah menunggu, akhirnya 1 pintu kamar mandi terbuka dan seseorang keluar, kebetulan saya yang melihat pertama kali, dan tentu saya kasih tahu si orang yang sudah mengantri lebih dulu, "Silakan Mas, ada yang kosong tuh." Si Mas itupun segera beranjak ke arah kamar mandi.
Tapi apa lacur, seseorang yang baru datang (nampaknya baru turun dari motor) langsung meluncur masuk ke kamar mandi yang kosong tanpa melihat bahwa sudah ada 3 orang yang sudah menunggu untuk menggunakan kamar mandi. Orang ini berpenampilan necis. Kemeja putih salur2, rambut pendek terurus, ID card yang dikalungkan ke leher dengan tali gantungan besar (kayak kalung henpon), pokoknya terkesan keren lah. Dengan kecewa, si mas yang tadi berdiri di depan kamar mandi tanpa bisa berbuat apa2. Untung hanya sekitar semenit kemudian, kamar mandi satunya kosong.
5 menit berlalu, akhirnya si orang necis yang "nyelak antrian" tadi keluar. Semua juga pasti bisa ngerti kalau saat ini adalah bagian saya menggunakan kamar mandi. Sayapun berdiri dan mulai melangkah. Tapi saya dibuat kaget. Si orang dengan dandanan ngampung yang datang sesudah saya, langsung masuk aja ke kamar mandi kosong tanpa terlebih dulu melihat2 sekitar apakah ada yang sudah antri sebelum dia atau tidak.
"Hebat orang ini," saya pikir. Jelas2 semua yang ada di sekitar situ datang sebelum dia. Tapi dengan penuh kenikmatan langsung mengunakan fasilitas umum yang digunakan bergiliran secara mengantri. Minimal liat2 dulu kanan-kiri lah, kalau ada yang potensial menjadi calon pengguna apa salahnya tanya dulu, toh jelas2 dia datang ke situ paling akhir. Dan tampang saya yang mengantuk dengan rambut kusut serta nenteng kantong kresek berisi handuk dan sabun jelas tidak menunjukkan kalau saya ini supervisor crew cleaning-service gedung.
Hhhh... Rupanya banyak bule serta orang
Gak pake crosspost Blogger-Multiply
Yah sejak saat ini fasilitas crosspost dimatiin ajah. Abisnya males, blog asli di blogger gak bisa pake nama domainku sendiri, harus pake *.blogspot.com.
Jadi?
Tentu agak sedikit repot karena harus posting 2 kali. Tapi gpp lah, toh dengan manfaatin crosspost juga komentar2-nya engga saling berbagi.
Iwan (Kampret 1)
Boncel yang memiliki nama lengkap Iwan Saputra ini terlahir di daerah
Salah satu kebiasaan Iwan yang engga’ bisa kami toleransi adalah seringnya dia ngaret (terlambat), kalo Iwan udah janji ke kita akan dateng jam 9 pagi maka udah bisa di tebak iwan akan datang jam 11 siang (Hebat……..3X). Pernah suatu ketika saat matakuliah IT Support Iwan terlambat dateng kira-kira 30 menitan, saat Iwan sudah berada di depan kelas dan mau masuk tiba-tiba Dosennya dengan santai mengunci pintunya dan Iwan pun engga’ bisa masuk, selanjutnya sudah bisa di tebak, Iwan dengan suksesnya berlibur ria (wakakakkakaakak..).
Di samping berjuta kekurangan yang dimiliki oleh Iwan ternyata eh ternyata dia juga mempunyai kemampuan lebih di bidang Komputer, memang kalo masalah komputer Iwan paling jago, ini mungkin di karenakan dia terlalu banyak memakan komputer dalam jumlah berlebih, hampir rata-rata temen-temen seangkatan kita kalo komputernya bermasalah atau rusak Iwan yang selalu benerin. Apalagi gw, sedikit ajah komputer gw error gw langsung manggil Iwan, sampai-sampai pas monitor dan Pc gw rusak Iwan yang selalu nganterin gw ke tempat servis komputer (thanks blay).
Oh ya gw lupa Iwan adalah satu-satunya boncel yang paling setia diantara kita ber-6, bayangkan ajah Iwan mulai berpacaran saat dia masih SMP, sampai dengan sekarang yang udah kuliah semester 4, itu juga dengan satu cewek (hebat juga lo blay bisa awet gitu, apa rahasianya blay….). Nama cewek malang yang menjadi ceweknya Iwan adalah Opi, gw sih belum pernah ketemu dengan orangnya langsung tapi gw dah liat fotonya di dalam dompetnya Iwan, orangnya sih cakep juga pantesan Iwan betah banget sama dia. Oh ya buat Opi yang lagi baca blog ini gw mau bilang (ini juga kalo dia baca): “gw tunggu ya undangannya, semoga kalian berdua jadi pasangan yang awet sampai kakek-kakek dan nenek-nenek amien………, dan juga jangan lupa kalo entar kalian nikah undang gw sebagai saksinya oke……”.