Sejak direkrut Inter Milan pada tahun 2006 silam, perlahan tapi pasti Mario Balotelli menunjukkan sinarnya. Memang, masih panjang jalan bagi pemain berdarah Ghana ini untuk menjadi penghuni tetap skuad inti Nirrazurri. Namun, performa bagus yang ditampilkannya membuat masa depannya sebagai pesepak bola tampak terang benderang.
Kesuksesan yang diraih Balotelli ini mengundang reaksi dari orangtua kandungnya, Thomas dan Rose Barwuah. Pada suatu kesempatan, mereka menuturkan kesedihannya dengan fakta bahwa mereka tidak dapat ambil bagian dalam hidup sang anak. Makin mengharukan, karena foto keduanya dengan mimik sedih sambil membawa foto Balotelli berbaju Inter juga dimuat di media-media massa Italia.
Bagaimana reaksi Balotelli, ternyata ia murka dengan sikap yang ditunjukkan orangtuanya. Menurut Super Mario, pernyataan orangtuanya kepada media banyak diisi kebohongan.
“Saya ingin memberi penjelasan tentang pernyataan yang diajukan oleh Thomas dan Rose Barwuah, orangtua kandungku. Mereka berkata bahwa ada dua orang yang memaksa mereka untuk memberikan anaknya (Baca: Mario Balotelli) agar dapat diadopsi untuk menghindarkan (anak tersebut) dari kemiskinan,” ucap Balotelli seperti dimuat di situs pribadinya.
Ia meneruskan: “Itu semua keliru, sebab tidak ada yang memaksa mereka untuk meninggalkanku di rumah sakit sebagai bayi yang baru lahir dan menghilang selama beberapa tahun. Saya menjadi anak angkat di keluarga Balotelli sejak umur dua tahun dan setiap dua tahun sekali saya harus memperbarui persetujuan tersebut di pengadilan.”
“Mengapa harus demikian? Ini semua karena (Thomas dan Rose) Barwuah, yang gambarnya ada di surat kabar dengan foto diriku berseragam Inter, dan terlihat sedih. Selama 16 tahun saya tidak pernah menerima telpon saat diriku berulang tahun, namun kini mereka mengontakku setelah diriku menjadi pesepakbola Serie A,” geramnya.
Balotelli pun menegaskan kalau kini ia sudah melupakan ikatan darah dengan orangtua kandungnya. “Tidak ada ikatan apa-apa di antara kami, dan di mataku, mereka adalah orang asing,” tandasnya.
11/07/2008
Balotelli Murka Pada Orangtuanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: